Senin, 11 Maret 2012
MALMING DENGAN MENPORA ROY SURYO
PERESMIAN GELORA PEMUDA BUNG KARNO
Kompleks Stadion Manahan Solo
Sabtu, 16 Februari 2013
Akhirnya Solo menambah lagi sarana publik, setelah kemarin perbaikan lapangan di Stadion Sriwedari, akhirnya Solo mempunyai Gelanggang Pemuda sendiri yang dibuka pada pada Sabtu, 16 Februari 2013 pukul 18.30 WIB sampai selesai. Bertempat di Kompleks Stadion Manahan. Acara tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Peresmian Gelanggang Pemuda Bung Karno, Gelar Karya Pemuda, berupa pameran-pameran, Sarasehan Pemuda bersama Menpora Roy Suryo dan Pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Manteb Sudharsono.
PEMBUKAAN SPRINT CONTEST WALIKOTA CUP 2013
SOSIALISASI US DAN UN SMP 11 SURAKARTA
Gedung Baru, Semangat Baru...dengan Pelayanan Baru
DINAS DIKPORA KOTA SURAKARTA
Solo, Jum'at 1 Pebruari 2013
Solo, Jum'at 1 Pebruari 2013
Alhamdulillah... Akhirnya setelah sekian lama bersumpek ria di gedung Dinas Dikpora yang lama, di Jalan Hasanudin Surakarta, akhirnya Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga kota Solo (Dinas Dikpora) akhirnya bisa menempati gedung baru yang lebih representatif yaitu di Jl. DI Panjaitan No 7 Surakarta atau depan SMP Negeri 4 Solo.
Proses peresmian gedung yang dibangun menghabiskan dana 6 M lebih tersebut dilakukan pada hari Jum'at tanggal 1 Pebruari 2013 dengan dua tahapan acara yaitu pagi dan malam hari. Pagi merupakan acara inti Peresmian Gedung Baru yang diadakan mulai pukul 07.30 WIB yang dihadiri oleh Walikota Solo, FX Rudy Hadiyatmo, Kepala DPRD Solo, YF Sukasmo dan jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah, Drs. Nur Hadi Amiyanto, Kepala Dinas Dikpora Surakarta, Drs. Rakhmat Sutomo, M.Pd dan jajarannya. Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah (TK, SD, SMP, SMA, SMK) Se Surakarta, para pensiunan pejabat Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dewan Pendidikan, dan para pemerhati pendidikan di Surakarta.
Prosesi peremian pada siang hari dimeriahkan oleh pertunjukan Wayang Kulit oleh dua dhalang cilik, yaitu Canggih Tri Atmojo Krisno (12 tahun) dan Magistra Yoga Utama (14), keduanya merupakan siswa SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4 Solo. Pagelaran wayang tersebut merupakan kolaborasi dua dhalang cilik tersebut dengan menyajikan lakon Gatotkaca Lahir. Para pengrawit dan sindhen yang berjumlah 30 orang juga berasal dari kalangan pelajar SMP Negeri di kota Solo dengan koordinator Bp. Drs. Joko Setyo Budi, yang merupakan Pembina MGMP Kesenian Daerah SMP di Solo sekaligus Kepala SMP Negeri 23 Solo.
Pada malam harinya masih dilanjutkan dengan acara Tasyakuran, juga dengan menyajikan pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Semar Boyong oleh ki djhalang Purbo Asmoro. Acara diawali dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan secara simbolik Wayang Semar oleh Walikota Surakarta kepada ki Purbo Asmoro.
CERAMAH ILMIAH DAN SILATURAHMI MKKS SMP SOLORAYA
Surakarta, 12 Januari 2013
Gedung Wanita, Manahan - Solo
"Kepala Sekolah, bagai ikan dalam aquarium"
Alhamdulillah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri dan Swasta Terbatas Kota Surakarta telah sukses menggelar kegiatan Ceramah Ilmiah dan Silaturahmi MKKS SMP SUBOSUKOWONOSRATEN (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten)yang dihadiri seluruh kepala Sekolah Se Soloraya beserta istri/suami masing-masing pada tanggal 12 Januari 2013.
Even besar yang diselenggarakan setiap semester tersebut dihadiri oleh Bp Drs. Nur Hadi Amiyanto (Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah) sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker dalam acara besar tersebut.
Pada kesempatan tersebut Bp Nur Hadi menyampaikan bahwa Kepala Sekolah era sekarang ibarat "ikan dalam aquarium", di mana apapun gerak-gerik, tingkah laku kepala sekolah selalu diawasi dan menjadi sorotan masyarakat. Oleh karena itu kepala sekolah harus berhati-hati dan bertindak dan mengambil kebijakan. Khususnya lagi kebijakan berkaitan dengan pengelolaan keuangan, khususnya lagi pengelaolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kegiatan yang dimeriahkan dengan pagelaran seni Tari Golek Kencono, dan tari Manuisa Modern oleh keluarga besar siswa-siswi SMP Surakarta hasil bimbingan MGMP Kesenian Daerah SMP Kota Surakarta tersebut sangat meriah, karena juga diisi dengan hiburan berbagi lagu dari Almira Salsabila (Pemenang Lomba OSN) Tk Nasional dan Pemenang II Idol Solo 2012.
OLEH-OLEH DARI SENTUL: Ketemu Pak SBY
PUNCAK ERINGATAN HARI GURU NASIONAL
Sentul International Convention Center
Selasa, 4 Desember 2012
"Apa yang kita katakan, mari kita laksanakan"
"Apa yang kita katakan, mari kita laksanakan"
Kesempatan yang berbahagia saya mendapat undangan di acara peringatan ke-67 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2012 di Sentul International Convention Center
pada Selasa 4 Desember 2012. Kegiatan ini merupakan kali ketiga saya mendapat kesempatan hadir, yang pertama tahun 2008 dan kedua tahun 2009, kala saya mengikuti kegiatan puncak final Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran (LKG). Acara di Sentul ini utuk yang kedua kalinya digunakan peringatan hari guru nasional. Acara yang dihadiri perwakilan guru seluruh Indonesia dan presiden RI baak Susilo Bambang Yudoyono beserta Mendikbud, jajaran menteri dan PB PGRI. Acara ini merupakan perigatan HGN pertama kali yang melibatkan kerjasama dengan Kementrian Agama (Kemenag).
Pada kesempatan tersebut presiden mengajak seluruh unsur bangsa berbagi
tugas dan tanggung jawab. "Secara nasional yang bertanggung jawab adalah
presiden, namun karena dunia pendidikan sangat luas, dan meliputi seluruh Indonesia , mari
berbagi peran dan tanggung jawab," ujar Presiden. Unsur bangsa yang
dimaksud Presiden adalah pemerintah, institusi pendidikan / guru, siswa, orang
tua, masyarakat, dunia usaha, dan pers.
Pemerintah
bertugas menyiapkan undang-undang dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan
sektor pendidikan secara tepat. Selain itu pemerintah bertanggung jawab menyusun dan menjalankan kebijakan pendidikan dengan tepat, menyiapkan anggaran dengan tepat dan mencukupi, dan membangun
infrastruktur pendidikan yang lengkap dan memadai. Dan menjadi tugas
pemerintah juga meningkatkan KEMAMPUAN DAN KESEJAHTERAAN guru dan dosen.
Selanjutnya
Presiden menjelaskan peran institusi pendidikan dan guru. Tugas utama institusi
pendidikan adalah menyelenggarakan pendidikan sebaik-baiknya. Selain itu harus
mengejar hasil yang terbaik dan selalu berorientasi kepada MUTU "Jangan
sekedar selesai, jangan asal siswa lulus," pesan Presiden kepada para guru.
Tugas lain para guru menurut Presiden yaitu meningkatkan semangat belajar
peserta didik, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Peran orang tua
dalam pendidikan juga tidak luput dari perhatian Presiden. "Tugas orang
tua ikut mengawasi, ikut membimbing putra-putri mereka, jangan kalau ada
apa-apa kemudian menyalahkan guru atau sekolah," ujarnya. Selain itu orang
tua hendaknya membangunkomunikasi dengan pihak sekolah dan guru terkait kemajuan dan masalah yang dihadapi
putra-putri mereka.
Kepada para siswa
dan mahasiswa, Presiden berpesan agar bersekolah atau belajar dengan baik,
serius, gigih untuk mendapatkan hasil sebanyak mungkin dari pendidikan mereka.
"Mottonya haruslah "SEKOLAHKU MASA DEPANKU". Jika motto tersebut dipegang teguh para siswa, pasti
mereka akan berbuat yang terbaik dan belajar dengan baik.
Masyarakat dan
dunia usaha juga memiliki peran penting dalam pendidikan, ujar Presiden. Tugas
masyarakat adalah membangun tatanan masyarakat yang baik. "Jangan sampai
anak-anak dibuat bingung karena di sekolah diajarkan yang baik-baik, namun di
masyarakat yang diliatnya berbeda," ujarnya. Masyarakat juga harus ikut berkontribusi
memajukan pendidikan, tidak bersikap masa bodoh dan apatis. Kepada dunia usaha,
Presiden berharap agar program corporate social responsibility (CSR) lebih diarahkan ke sektor
pendidikan.
OLEH-OLEH DARI LOMBA KREATIVITAS GURU Tk NASIONAL TAHUN 2012
Hotel Park, Jakarta: 25 - 29 November 2012
Syukur kepada Allah, SWT di mana saya masih diberi kesempatan ke-3 kali olehNya untuk menimba ilmu dan pengalaman bertemu dengan 70 guru-guru hebat (finalis LKG) dari seluruh Indonesia pada ajang Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional tahun 2012 di Hotel Park Jakarta pada tanggal 25 - 29 November 2012. Lomba ini dulunya bernama Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran. Setelah sempat terhenti kegiatan ini pada tahun 2010 karena dirjen PMPTK dibubarkan, kegiatan ini berubah nama menjadi Lomba Kreatifitas Guru dan diselenggarakan mulai tahun 2011.
Pada even tersebut saya adalah satu di antara Kepala Sekolah yang mendapat kesempatan menjadi finalis. Kepala sekolah yang satunya adalah Bp Risman Supandi dari Bantul.
Selain bertemu dengan guru-guru hebat yang terpilih dari 771 peserta seluruh Indonesia saya juga berkesempatan bertemu dengan Bp Muh. Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Wakil Menteri, Kepala BPSDMPK (Syawal Gultom), Kepala Pusbangprodik (Dr Unifah Rosyidi), Ibu Dian Matsunah, Ketua Umum PB PGRI (Dr. Sulistyo) dan Para pakar pendidikan lainnya sebagai narasumber.
Secara tidak saya ketahui acara tersebut ternyata bersamaan dengan even tahunan Intel Education Award (IEA) 2012 yang digelar oleh Intel Corporation Indonesia, untuk menjaring guru-guru kreatif yang memanfaatkan Teknologi informasi dalam pembelajarannya. Dan pada kesempatan itu, sungguh anugerah yang luar biasa saya termasuk 16 nominator yang terpilih. Meskipun tidak mendapatkan penghargaan di IEA alhamdulillah saya kembali mendapat kesempatan berjabat tangan dengan Bp Menteri karena mendapat juara II di LKG nya.
Dengan demikian di even ini saya harus berhenti (jeda selama 5 tahun) karena ada ketentuan peserta yang telah menjuarai 2 kali harus jeda selama 5 tahun. Mudah-mudahan di antara jeda itu, masih ada kesempatan dan kemauan saya untuk berkarya, meskipun di even yang lain lagi. Amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)






