JAUH PANGGANG DARI API = "JAWAB SOAL SESUAI KATA HATI "

Curhatku dari 
DIKLAT DAN UJIAN SERTIFIKASI PENGADAAN BARANG DAN JASA
Kerjasama PEMKOT SURAKARTA - UNIVRSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Solo, 28 Oktober - 1 November 2012


Sungguh... ini pengalaman berharga di luar tupoksi saya sebagai KS. Mendapat kesempatan diklat yang berarti  mendapat tambahan ilmu baru tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang dulunya sangat asing sekali. Sebagai pemula saya sungguh asing dan bahkan sudah merasa  "sangat ribet" kalau berurusan dengan bendahara soal Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pembelian barang atau jasa di sekolah karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi. Dulu pemahaman saya  ketika kita/sekolah mebutuhkan barang ya tinggal beli aja dan buktinya kwitansi. Tapi setelah jadi KS, ternyata..oh ternyata.. betapa beratnya tugas  bendahara yang harus memenuhi banyak persyaratan ini dan itu untuk meng-SPJ-kan sesuatu pembelian barang atau penggunaan jasa.
Dan benar sekali, ketika menjelang Diklat saya membuka dokumen Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadan Barang /Jasa Pemerintah rasanya sudah "mblenger" melihat bukunya yang cukup tebal. Belum ditambah dengan Perpres No 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No 54 Tahun 2010. Saat diklat hari pertama malah terasa asing banget beberapa istilah dalam pengadaan barang/jasa karena memang baru bagi saya khususnya dan teman-teman peserta. Hari kedua tambah gayeng, karena materi yang hari pertama banyak didiskusikan lagi ternyata saya ya belum nyathol juga. Dan ternyata tidak sendirian, banyak peserta lain juga merasakan hal yang sama. Tapi insyaallah semangat teman-teman luar biasa. Meski ngantuk diskusi masih tetap interaktif. Hari ketiga juga sangat menarik karena lebih banyak simulasi soal. Alhamdulillah simulasi cukup lancar dan menjawab soal pun juga mulus, meski diurutkan satu per satu. Itu semua berkat kerjasama peserta yang dengan senang hati telah melakukan 'diskusi" menjawab soal-soal sebelum session di mulai.
Hari keempat, adalah hari di mana saatnya 'uji nyali", yaitu ujian nasional pengadaan barang/jasa pemerintah. Soal ujian sebanyak 90 soal dengan tiga model, yaitu; Benar-Salah (BS) sebanyak 25 soal, soal plihan sebanyak 65 soal, dan soal studi kasus sebanyak 10 soal. Meski bersifat open book ( membuka modul dan Perpres) ternyata tidak semudah teorinya. Soal cukup sulit dan membuka modul menyita banyak waktu, hingga baru sepertiga soal saya sudah memutuskan untuk menggunakan pendeatan "intuisi" sesuai kata hati, daripada puyeng buka-buka modul. Hasilnya, entahlah hanya Allahlah yang tahu.. Yang penting amanah sudah berusaha saya jalankan. LULUS tidak LULUS,bukan hal yang utama, yang penting saya dapat ilmu dari kegiatan ini. Apapun hasilnya, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan rahmatNya kepada saya dan seluruh keluarga besar SMP 11 Solo.AMiin.