Wah ..... Ternyata Enak Ya...!

"DO" YANG MENYENANGKAN
Marem dan seneng... itulah mungkin yang dirasakan oleh tim kami. Rabu, 25 Pebruari 2009 tim kami berhasil mengimplementasikan RPP yang telah kami susun dengan "cara seksama dan dalam tempo sangat lama". Namun meski persiapan kami yang sepele terasa melelahkan, namun tim kami merasa puas dan sedikit lega karena saya bersama kawan-kawan berhasil melewati tantangan pertama kami. Ya hari itu saya dan Pak Tri sebagai guru model terasa nyaman mengimplentasikan RPP yang kami susun.

Gimana ndak merasa nyaman, ternyata siswa-siswa "baru" kami sangat kooperatif ketika kami bimbing. Padahal awalnya kami telah diberitahu guru pamong dengan "bekal-bekal" bahwa murid-murid yang akan kami ampu mempunyai karakteristik "begini dan begitu". Awalnya tim kami pesimis, apakah kami mampu membuat pembelajaran kami interaktif seperti yang diharapkan Pak Marsigit dengan "kualitas keduanya". Tetapi dengan informasi yang tidak dibuat-buat dan sesungguhnya dari guru pamong, justru membuat kami perlu mempersiapkan diri dengan baik...

Dan nyatanya kami (peserta) maupun guru pamong terkesan dengan pembelajaran yang kami laksanakan. Anak-anak merasa senang, antusius, dan sangat kooperatif. Dengan pendekatan penemuan terbimbing yang kami laksanakan ternyata membuat proses pembelajaran benar-benar hidup. Meski dalam pembagian kelompok awalnya anak-anak cenderung pilih-pilih, namun ternyata mereka sangat interaktif, baik dengan teman maupun dengan guru model.

Di luar dugaan, dalam presentasi kelompok, anak-anak ternyata sangat "mahir" menurut ukuran anak usia SMP. Terbukti di kelas VIII B yang saya ampu, banyak anak yang menyanggah dan berdebat ketika membahas bidang diagonal kubus dan balok. Salah satu kelompok yang presentasi bisa merespon balik temannya yang menyanggah dengan pernyataan "bagaimana menurut pendapat anda". Saya katakan ini mahir karena, tidak pernah saya temukan pada murid-murid asli saya ketika saya beri kesempatan berdiskusi. Ini menurut guru pamong juga di luar dugaan mereka. Hal ini menunjukkan bukti bahwa ternyata anak-anak mampu jika mereka diberi kesempatan.


Dan kesan tim kami menyikapi tahapan lesson study ini yaitu tahap "DO" pun sama...


Wah Ternyata Enak Ya..........!

Jika kita merencanakan pembelajaran bersama dan sungguh-sungguh...

Hanya masalahnya, ketika saya kembali ke "habitat" asli saya nanti maukah teman-teman guru saya ajak untuk melakukan hal yang sama..? Dan rasa-rasanya saya perlu usaha lebih keras lagi untuk "membangunkan" guru dari "comfort zone" nya selama ini...Insyaallah akan saya coba.